|
Ke manokwari? !? siapa yg tidak
mau,heheee...bgitulah perasaan saya ketika dikonfirmasi tentang kepastian
pelaksanaan kegiatan Pendampingan RBM Wilayah Papua, by phone oleh Kanda Roy
Dharmawan (skma pekanbaru 1996), Rabu 22 Mei 2013.
|
Sebenarnya di Bulan April 2013 sudah sempat
dibisikin oleh Kakanda Roy Dharmawan, saya ingin diajak untuk ikut Keg. RBM di Manokwari,
saya bilang : "okay Abang, yg pnting dapat ijin dr bos (SM)"..sampe
tgl 20 Mei 2013 belum ada kepastian jdi g' ya keg. RBM di Papua? Sampe akhirnya
tgl 22 Mei 2013, BB-Q tersayang tampak kelap-kelip (maklum saya paling hobi
men'silent'kan hp), "Roy-KKBHL " calling. Saat itu lagi ada kegiatan
pembinaan pengelolaan bmn di kantor. "halo"?, "ente siap berangkat
ya ke manokwari tgl 28-30 mei?" ujar K.Roy singkat, "siap kk, tlong
email suratx ke saya". tgl 23 Mei 2013, emailnya
masuk, sekarang muncul pertanyaan, bos2 (kabal dan ktu) lagi pada berangkat,
gimana carax untuk minta persetujuan neh?
Malamx lngsung saya bbm
"bigboss", n ibu merestui. Lantas aku sms KTU (AK), dan beliau pun memberikan ijin. Puji Tuhan, semua
pimpinan saya mengijinkan saya untuk mengikuti kegiatan tersebut, ooohhh
senangnya..heheeee.
Lantas saya ngebut urus administrasi
dan tiket, maklum Hari Jumat, uang (makasih Papi Min atas pinjaman uang
nya,heheee) harus segera masuk ke rek.BNI, tiket sudah booking, walhasil
dapatnya merpati air dan sriwijaya air, total tiket pesawat PP 5 jt-an (saya kira
itu sudah murah banget ya, mengingat Manokwari itu kan jauh banget...
Ini dia gambaran rute perjalanannya :
Ende (nginap semalam di Pos Jaga -
Moni) – Maumere – Makassar (Nginap semalam lg disini) – Sorong (transit) –
Manokwari. Baliknya juga sama. Manokwari – Sorong (transit) – Makassar (nginap
semalam) – Maumere – Ende (nginap semalam di Pos Jaga Moni)
Kalo dihitung dalam “kilo meter”
berapa ya jarak yang saya tempuh?? Ende-Maumere 149 Km, Maumere-Makassar 496
Km, Makassar-Sorong 1.382 Km, Sorong ke Manokwari 307 Km (http://ticketindonesia.info)
, berapaan tuh totalnya, hehee, jauh amat...yang penting bisa sampe di
Manokwari, heheee....
Hari Minggu, 26/5/2013, jam setengah
6 sore perjalanan saya dimulai, rupanya di Ende lagi ada proyek infrastruktur
(pelebaran jalan) di beberapa titik (Km.17, Detusoko, Nduaria, Nuamuri,
Wolowaru), harus hati2. Belum lagi tunggangan saya “NewMegaPro” (punya
negara,hehee) lagi bermasalah (sakit, padahal baru setahun, kayak baby aja,hehee,
dan perjalanan pulang saat motor di service baru ketahuan penyakitnya, ternyata
tidak boleh terlau sering dijemur, supaya bensinnya jangan menguap dan menjadi
air yang menyebabkan terganggunya aliran bensin karena bercampur dengan air,
kira2 githu deh...). Lepas dari Nduaria, hujan menyerang saya, gawat neh, bisa2
basah kuyup neh, untung tadi saya bawa mantel hujan, kalo tidak, apes
dah...udara dingin menusuk sejak dari nduaria sampe di Pos Jaga (lagi musim
kayaknya), tiba di Pos Jaga jam 8 Malam, makan trus tidur, perjalanan masih
panjang.
Senin 27/5/2013, Pagi jam 5, saya terbangun,
untung karena turis2 asing sering berkunjung pagi2 (rata2 jam 4 sudah menuju
Puncak Kelimutu-Danau 3 Warna), perjalanan saya lanjutkan ke Maumere, harus
tiba lebih awal karena penerbangan ke Makassar pake Merpati. Nah cerita soal
merpati ini, rada2 menyebalkan, saat jam check in sudah ditutup maka pelayanan
check in sudah tidak dilayani lagi, padahal penumpang belum juga boarding
(pengalaman nyata temanku), jadi tidak boleh terlambat!!
Jalan dari Watuneso (#perbatasan
ende-maumere) lebih bagus sehingga tunggangan saya bisa saya pacu lebih cepat
dikit, heheee. Tiba di Maumere jam 8 Pagi, cari sarapan dlu aaahh, lapaaar.. Saya
pesan nasi campur (lupa nama warungnya), tapi kata pelayannya lauk ayamnya
belum ada, tp pesan ayam bakar lalapan katanya bisa (harganya beda tipis),
bingung jadinya neh,heheee. Setelah sarapan kerumahnya Kk Hengky Nong (Senior
SKMA UP 1997, tugas di Dishut Maumere), mau titip motor, soalnya nti pas balik
dari Manokwari, lewat Maumere lagi. Catatan untuk travel : ogah pake travel
karena berangkatnya tidak pasti dan harganya suka berubah-ubah, kelamaan
tunggu, tidak pasti, dst...)
|
Foto Pesawat Merpati MA-60
|
Akhirnya bisa check in tepat waktu
dan ready to go, agak deg2an juga naik merpati neh (MA 60), pake baling2, tapi
ternyata penerbangannya lancar, 1 jam 35 menit (MOF-MKS), 10 menit perjalanan
dari MOF, kabut tebal, untung goyangannya pesawat tidak terlalu kerasa, jadi
cukup nyaman untuk memejamkan mata sejenak di pesawat.
Tiba jam 1 Siang, foto2 di Bandara
International Sultan Hasanuddin Makassar, trus langsung cari taksi go to Hotel.
Taksi Bosowa yang saya tumpangi dengan driver Saharuddin No. Induk 09-150, saya
sodori uang 20rb untuk bayar pas masuk, ternyata uangnya kumal, ditolak sama
daeng driver neh, uang di flores suka kumal2 ya (uang 20rb itu saya dapat dari
kembalian bayar air portax di Bandara Frans Seda Maumere), g’pa2lah, saya ganti
duitnya yang lebih bagus. Tujuan saya “Hotel Paramount”, dekat banget dengan Bekas
Sekolah Kesayangan-Ku (SKMA Ujung Pandang), kira2 100M. Catatan untuk hotelnya,
ratenya untuk yang standar 250rb, desainnya keren, kamarnya bagus, bersih dan
rapi, aku suka kamar mandinya, kesanx sederhana tp alami (pengen punya yang
begitu,heheee).
Makassar kota yang penuh kenangan, Tahun 1998-2001, saat itu
didepan sekolah hanya ada 1 kios kecil dan 1 warung (Bab 1 dan RW), tp sekarang
Tahun 2013, luar biasa, rame banget di jalur ini, sangat berkembang pesat,
kendaraan lebih padat, jadi ragu2 mw menyeberang jalan,heheee. Belum lagi aksen
khasnya mereka....serasa saya kembali ke waktu lalu,hehee..
Adooh....jadinya g’tidur semalaman,
soalx kalo tidur bisa kebablasan...bisa merusak jadwal perjalanan saya neh....mengingat
jam penerbangan 4.30, berarti jam 3 sudah harus stand by di Bandara
Makassar....
Jam 3 dinihari tepat saya sudah melakukan chek-in di counter
Sriwijaya Air. Gate 2 menunggu saya di ruang tunggu. Pesawat terbang di
ketinggian 37.000 kaki (11.280 mdpl..tinggi yaa...). Berangkat dari Makassar
jam 4.30 (on time) to Sorong, tiba di Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong jam 08.40 (terlambat 10 menit, rencana waktu 2 jam), perjalanan
diteruskan ke Manokwari jam 8.45 (30 Menit) ke Bandar Udara Rendani, Manokwari, tiba jam 9.15 (sangat dekat). Yang menarik saat memasuki wilayah Papua,
rasa kantukku lenyap... hilang tidak berbekas,heheee... eksotic dan menakjubkan
melihat pemandangan wilayah Papua dari ketinggian. Sejauh mata memandang, yang
terlihat hanya hutan dan hutan.... nyaris tidak ada daerah yang terbuka,
kecuali di daerah perkotaan. Memasuki wilayah Manokwari, pemandangan disuguhkan
lagi dengan hutan-hutan pegunungan berjejer rapi..sangat eksotic....
Tapi rupanya
pemandangan yang spektakuler seperti itu, belum didukung dengan tata krama yang
baik. Saat mendarat di Sorong, terjadi pemandangan seperti di Ende. Ternyata
bandara tersebut juga merupakan lintasan orang/kendaraan. Ada warga yang
menonton pesawat landing/take off dari pinggir bandara (ini pesawat besar lho,
kalo di Ende pesawat kecil). Tampak motor melintasi bandara, anak2 kecil
bermain (melintasi) di bandara, anjing bermain di area parkir bandara. Di dalam
pesawat pun tak kalah heboh, yang membuat saya menjadi kurang nyaman, ada
penumpang yang teriak2 (emang naik angkot...!!heheee) dengan dialek khas Papua,
“ayo jalan sudah”, “tong su cape batunggu ini,jalan sudah”.
Seorang penumpang
yang lain, tanpa membawa bukti boarding pass (katanya Boarding passnya hilang)
mengklaim tempat duduk (seat) yang telah diduduki oleh seorang penumpang lain
yang punya boarding pass atas seat tersebut. Dia mati2an tempat duduknya disitu
(tapi tidak punya boarding pass,heheee), gitu ya kelakuannya, geleng2 kepala saya.
Bandara Sorong sementara dalam pengembangan, sehingga belum nampak bentuk
bangunan Bandara Sorong.
Foto Kondisi
alam Papua yang eksotic..!!!
Tiba di Manokwari,
bandaranya lumayan bagus, tapi rupanya untuk claim baggage penumpang harus
mengantre untuk mendengarkan kode bagasinya disebutkan (mirip Ende tahun 2011
ke bawah,heheee). Ini ibukota provinsi lho...!! Info tambahan tarif taksi tidak
saya ketahui, dan untuk orang baru seperti saya bisa dipermainkan soal tarif
taksi. Untung seorang sahabat baik saya (Yoslianto, Ank. 10 UP-2001) yang
menjemput saya. Tidak menunggu lama, kami langsung bergeser menuju ke Kantor
BBTN. Telluk Cendrawasih.
Perjumpaan dengan
teman2 seangkatan SKMA, membuat saya bertambah gembira, karena sudah sangat
lama tidak bertemu dengan mereka, ± 11 tahun atau selepas lulus SKMA. Ada
Yahya, Samsul Rahman, Tasuruni. Ada juga beberapa diantaranya yang tidak sempat
bertemu dengan saya, ada Ran, Sahir, Sudarwanto, Tasdiq.
Kantor BBTNTC sendiri menurut saya cukup bagus dengan warna
gedung yang menarik. Semoga teman-teman saya betah bekerja dan tinggal disini.
Siang harinya, saya bergeser ke Hotel Aston untuk persiapan
pelaksanaan kegiatan pendampingan RBM Wilayah Papua. Di hotel sudah menunggu
k’roy dan k’ekcy (panitia kegiatan dari Dit. KKBHL). Hotel aston adalah hotel
bintang 4. Hotel yang bagus untuk menjadi favorit menginap selama di Manokwari,
tapi tentu ratenya pun tak murah, isaran harganya per malam dari 900rb-2
juta-an. Saya menginap di kamar 335 bersama omYunus Atanai, Kasie dari BTN.
Lorentz. Tulisan tentang Pendampingan RBM akan dibuat tersendiri.
Foto Hotel Aston Niu
Manokwari
Selesai kegiatan
Pendampingan RBM Wilayah Papua, siangnya saya dijemput oleh k’evi sekeluarga
(KK Son – suaminya bersama 3 anaknya), mw jalan2 dlu... K’evi adalah adik dari
k’sisca, sepupu istri saya, Yudith, yang baru setahun menetap di
Manokwari.
Rute 1, makan bersama
di Warung Pantura, makan ikan goreng yang gede banget (lupa saya foto), ikannya
enak banget... Ikan mujair... terus dilanjutkan ke pasar sanggeng (pasar
tradisional Papua), mencari oleh2 khas Papua, ternyata yang didapat hanya
t-shirt Papua, harganya menurut saya lumayan murah,35-45 ribu per pieces..
selanjutnya diteruskan ke Pantai Pasir Putih, pantainya bagus cuman perlu
manajemen yang baik sehingga menjadi lebih bagus dan menarik.
Ada cerita
menarik saat berkunjung ke pantai ini, ada seorang penjaga (masyarakat lokal),
pada saat kami akan meninggal pantai ini, dia memanggil saya dan meminta jasa
parkir sebesar 10rb (tidak ada standar biaya yang membuat pantai ini kurang diminati
untuk dikunjungi). Tarif itu bisa ditentukan seenaknya, tergantung dari yang
menjaganya. Pada saat akan keluar dari pantai, mobil kami dihentikan lagi oleh
orang penjaga ini. Trus dia meminta jasa parkir lagi, saya bilang “ lho
bukannya sudah saya kasih tadi??” dia bilang “kasih ke siapa?”, “lho kasihnya
kan sama Bapak, barusan”, “o iya ya, maaf, maaf...” Busyet dah, semenit belum
lewat dah diminta 2x... Lain lagi cerita teman saya, Yoslianto, pernah
berkunjung kesitu dimintai 100rb, langsung dia marah2 dan pindah tempat, masa
hanya duduk2 saja koq mahal amat.. begitulah salah satu warna kehidupan di
Manokwari.
Kemudian kami ke rumah
k’evi dan beristirahat sejenak, kemudian saya diantar pulang ke hotel karena
sudah janjian akan bertemu dengan teman-teman SKMA. Sebelumnya kami singgah di
butik ....... untuk mencari oleh2 (makasih kk evi dan kel. Untuk oleh2 baju
batik papua dan t-shirt buat Pyer).
Sesampainya di hotel,
saya menunggu dijemput Yoslianto untuk ketemu dengan teman2. Kami berkumpul di
rumahnya samsul bersama yahya, yoslianto, dan tasuruni. Kami duduk ngbrol hingga jam 11 malam.
Kemudian saya bergabung
di Hotel Valdos bersama alumni SKMA Manokwari. Ada K’Nikas (Angk. 1 Manokwari), k’even (1999 Manokwari), K’ ian
dan k’ rusdy (angk. 1997 Manokwari), Ade Tuharea (Angk. 2001 Manokwari), K’
Novly (Angk. 1998 Manokwari), k’roy dan beberapa senior dan junior alumni
bergabung disitu. Kami mengobrol hingga jam 4 pagi.. Rame dan hangat membahas
tentang IKA SKMA.. Mudah2an kedepan IKA SKMA semakin jaya dan bermanfaat bagi
semua alumni dimanapun alumni tersebut berada.
Pesawat saya ke
Makassar berangkat jam 10, ibu bosnya k’evi (ibu hakim) ada titipan, sehingga
tiket saya sudah diurus semuanya, saya siap berangkat saja... makasih ibu
hakim...
Sampai di Sorong,
awalnya pesawat akan berhenti selama 15 menit, ternyata ditunda sampai 1 jam
lebih, perihalnya masih menunggu penumpang lain.. payah.. maskapai koq bisa diatur2 untuk waktu
yang cukup lama... sampai beberapa penumpang menjadi gusar dan mulai marah2,
akhirnya penerbangan kami dilanjutkan kembali.
Sampai di Makassar,
teman saya HAJAR, sudah menunggu dan rencananya saya akan menginap dirumahnya
(Makasih teman untuk nginap dan jalannya....). Bersama Hajar, saya menikmati
lagi Coto Makassar (di tempat terbaik menurut dia) dan saraba (minuman khas
Makassar).
Penerbangan saya dengan
pesawat merpati dimajukan ke jam 10 dari yang sebelumnya jam 13.35. Tiba lebih
cepat neh di Maumere. Masih sempat buat
jalan2 ke Gramedia dan service motorku. Makasih k’hengky.....:) dalam perjalanan
ke Ende, saya masih singgah di Watuneso (K’arsel dan Bp Jhon Beda) hingga jam 7
malam. Pikir aku tanggung juga kalo harus nginap di Pos Moni. Langsung ke Ende
sj deh. Akhirnya saya tiba di Ende jam 10 malam, perjalanan yang cukup
melelahkan, tapi semuanya hilang setelah berjumpa dengan istri dan buah hatiku.
.jpg)