Minggu, 23 Juni 2013

EKSOTIK..!! Indonesia Timur (Papua Barat)

Ke manokwari? !? siapa yg tidak mau,heheee...bgitulah perasaan saya ketika dikonfirmasi tentang kepastian pelaksanaan kegiatan Pendampingan RBM Wilayah Papua, by phone oleh Kanda Roy Dharmawan (skma pekanbaru 1996), Rabu 22 Mei 2013.

Sebenarnya di Bulan April 2013 sudah sempat dibisikin oleh Kakanda Roy Dharmawan, saya ingin diajak untuk ikut Keg. RBM di Manokwari, saya bilang : "okay Abang, yg pnting dapat ijin dr bos (SM)"..sampe tgl 20 Mei 2013 belum ada kepastian jdi g' ya keg. RBM di Papua? Sampe akhirnya tgl 22 Mei 2013, BB-Q tersayang tampak kelap-kelip (maklum saya paling hobi men'silent'kan hp), "Roy-KKBHL " calling. Saat itu lagi ada kegiatan pembinaan pengelolaan bmn di kantor.  "halo"?, "ente siap berangkat ya ke manokwari tgl 28-30 mei?" ujar K.Roy singkat, "siap kk, tlong email suratx ke saya". tgl 23 Mei 2013, emailnya masuk, sekarang muncul pertanyaan, bos2 (kabal dan ktu) lagi pada berangkat, gimana carax untuk minta persetujuan neh?

Malamx lngsung saya bbm "bigboss", n ibu merestui. Lantas aku sms KTU (AK), dan beliau pun memberikan ijin. Puji Tuhan, semua pimpinan saya mengijinkan saya untuk mengikuti kegiatan tersebut, ooohhh senangnya..heheeee.

Lantas saya ngebut urus administrasi dan tiket, maklum Hari Jumat, uang (makasih Papi Min atas pinjaman uang nya,heheee) harus segera masuk ke rek.BNI, tiket sudah booking, walhasil dapatnya merpati air dan sriwijaya air, total tiket pesawat PP 5 jt-an (saya kira itu sudah murah banget ya, mengingat Manokwari itu kan jauh banget...

Ini dia gambaran rute perjalanannya :
Ende (nginap semalam di Pos Jaga - Moni) – Maumere – Makassar (Nginap semalam lg disini) – Sorong (transit) – Manokwari. Baliknya juga sama. Manokwari – Sorong (transit) – Makassar (nginap semalam) – Maumere – Ende (nginap semalam di Pos Jaga Moni)

Kalo dihitung dalam “kilo meter” berapa ya jarak yang saya tempuh?? Ende-Maumere 149 Km, Maumere-Makassar 496 Km, Makassar-Sorong 1.382 Km, Sorong ke Manokwari 307 Km (http://ticketindonesia.info) , berapaan tuh totalnya, hehee, jauh amat...yang penting bisa sampe di Manokwari, heheee....

Hari Minggu, 26/5/2013, jam setengah 6 sore perjalanan saya dimulai, rupanya di Ende lagi ada proyek infrastruktur (pelebaran jalan) di beberapa titik (Km.17, Detusoko, Nduaria, Nuamuri, Wolowaru), harus hati2. Belum lagi tunggangan saya “NewMegaPro” (punya negara,hehee) lagi bermasalah (sakit, padahal baru setahun, kayak baby aja,hehee, dan perjalanan pulang saat motor di service baru ketahuan penyakitnya, ternyata tidak boleh terlau sering dijemur, supaya bensinnya jangan menguap dan menjadi air yang menyebabkan terganggunya aliran bensin karena bercampur dengan air, kira2 githu deh...). Lepas dari Nduaria, hujan menyerang saya, gawat neh, bisa2 basah kuyup neh, untung tadi saya bawa mantel hujan, kalo tidak, apes dah...udara dingin menusuk sejak dari nduaria sampe di Pos Jaga (lagi musim kayaknya), tiba di Pos Jaga jam 8 Malam, makan trus tidur, perjalanan masih panjang. 

Senin 27/5/2013, Pagi jam 5, saya terbangun, untung karena turis2 asing sering berkunjung pagi2 (rata2 jam 4 sudah menuju Puncak Kelimutu-Danau 3 Warna), perjalanan saya lanjutkan ke Maumere, harus tiba lebih awal karena penerbangan ke Makassar pake Merpati. Nah cerita soal merpati ini, rada2 menyebalkan, saat jam check in sudah ditutup maka pelayanan check in sudah tidak dilayani lagi, padahal penumpang belum juga boarding (pengalaman nyata temanku), jadi tidak boleh terlambat!!

Jalan dari Watuneso (#perbatasan ende-maumere) lebih bagus sehingga tunggangan saya bisa saya pacu lebih cepat dikit, heheee. Tiba di Maumere jam 8 Pagi, cari sarapan dlu aaahh, lapaaar.. Saya pesan nasi campur (lupa nama warungnya), tapi kata pelayannya lauk ayamnya belum ada, tp pesan ayam bakar lalapan katanya bisa (harganya beda tipis), bingung jadinya neh,heheee. Setelah sarapan kerumahnya Kk Hengky Nong (Senior SKMA UP 1997, tugas di Dishut Maumere), mau titip motor, soalnya nti pas balik dari Manokwari, lewat Maumere lagi. Catatan untuk travel : ogah pake travel karena berangkatnya tidak pasti dan harganya suka berubah-ubah, kelamaan tunggu, tidak pasti, dst...)
 
Foto Bandara Frans Seda Maumere




Foto Pesawat Merpati MA-60

  Akhirnya bisa check in tepat waktu dan ready to go, agak deg2an juga naik merpati neh (MA 60), pake baling2, tapi ternyata penerbangannya lancar, 1 jam 35 menit (MOF-MKS), 10 menit perjalanan dari MOF, kabut tebal, untung goyangannya pesawat tidak terlalu kerasa, jadi cukup nyaman untuk memejamkan mata sejenak di pesawat.
 
Tiba jam 1 Siang, foto2 di Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar, trus langsung cari taksi go to Hotel. Taksi Bosowa yang saya tumpangi dengan driver Saharuddin No. Induk 09-150, saya sodori uang 20rb untuk bayar pas masuk, ternyata uangnya kumal, ditolak sama daeng driver neh, uang di flores suka kumal2 ya (uang 20rb itu saya dapat dari kembalian bayar air portax di Bandara Frans Seda Maumere), g’pa2lah, saya ganti duitnya yang lebih bagus. Tujuan saya “Hotel Paramount”, dekat banget dengan Bekas Sekolah Kesayangan-Ku (SKMA Ujung Pandang), kira2 100M. Catatan untuk hotelnya, ratenya untuk yang standar 250rb, desainnya keren, kamarnya bagus, bersih dan rapi, aku suka kamar mandinya, kesanx sederhana tp alami (pengen punya yang begitu,heheee).

Foto Situasi  Kamar Dalam Hotel Paramount Makassar



 
 
Makassar kota yang penuh kenangan, Tahun 1998-2001, saat itu didepan sekolah hanya ada 1 kios kecil dan 1 warung (Bab 1 dan RW), tp sekarang Tahun 2013, luar biasa, rame banget di jalur ini, sangat berkembang pesat, kendaraan lebih padat, jadi ragu2 mw menyeberang jalan,heheee. Belum lagi aksen khasnya mereka....serasa saya kembali ke waktu lalu,hehee..
Foto Situasi Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar

 



 
 Adooh....jadinya g’tidur semalaman, soalx kalo tidur bisa kebablasan...bisa merusak jadwal perjalanan saya neh....mengingat jam penerbangan 4.30, berarti jam 3 sudah harus stand by di Bandara Makassar....

Jam 3 dinihari tepat saya sudah melakukan chek-in di counter Sriwijaya Air. Gate 2 menunggu saya di ruang tunggu. Pesawat terbang di ketinggian 37.000 kaki (11.280 mdpl..tinggi yaa...). Berangkat dari Makassar jam 4.30 (on time) to Sorong, tiba di Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong jam 08.40 (terlambat 10 menit, rencana waktu 2 jam), perjalanan diteruskan ke Manokwari jam 8.45 (30 Menit) ke Bandar Udara Rendani, Manokwari, tiba jam 9.15 (sangat dekat). Yang menarik saat memasuki wilayah Papua, rasa kantukku lenyap... hilang tidak berbekas,heheee... eksotic dan menakjubkan melihat pemandangan wilayah Papua dari ketinggian. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya hutan dan hutan.... nyaris tidak ada daerah yang terbuka, kecuali di daerah perkotaan. Memasuki wilayah Manokwari, pemandangan disuguhkan lagi dengan hutan-hutan pegunungan berjejer rapi..sangat eksotic....

Foto Kondisi Kota Sorong dan Bandaranya diliat dari ketinggian

 



 

 Tapi rupanya pemandangan yang spektakuler seperti itu, belum didukung dengan tata krama yang baik. Saat mendarat di Sorong, terjadi pemandangan seperti di Ende. Ternyata bandara tersebut juga merupakan lintasan orang/kendaraan. Ada warga yang menonton pesawat landing/take off dari pinggir bandara (ini pesawat besar lho, kalo di Ende pesawat kecil). Tampak motor melintasi bandara, anak2 kecil bermain (melintasi) di bandara, anjing bermain di area parkir bandara. Di dalam pesawat pun tak kalah heboh, yang membuat saya menjadi kurang nyaman, ada penumpang yang teriak2 (emang naik angkot...!!heheee) dengan dialek khas Papua, “ayo jalan sudah”, “tong su cape batunggu ini,jalan sudah”. 

Seorang penumpang yang lain, tanpa membawa bukti boarding pass (katanya Boarding passnya hilang) mengklaim tempat duduk (seat) yang telah diduduki oleh seorang penumpang lain yang punya boarding pass atas seat tersebut. Dia mati2an tempat duduknya disitu (tapi tidak punya boarding pass,heheee), gitu ya kelakuannya, geleng2 kepala saya. Bandara Sorong sementara dalam pengembangan, sehingga belum nampak bentuk bangunan Bandara Sorong.

Foto Kondisi alam Papua yang eksotic..!!!
 



 
Tiba di Manokwari, bandaranya lumayan bagus, tapi rupanya untuk claim baggage penumpang harus mengantre untuk mendengarkan kode bagasinya disebutkan (mirip Ende tahun 2011 ke bawah,heheee). Ini ibukota provinsi lho...!! Info tambahan tarif taksi tidak saya ketahui, dan untuk orang baru seperti saya bisa dipermainkan soal tarif taksi. Untung seorang sahabat baik saya (Yoslianto, Ank. 10 UP-2001) yang menjemput saya. Tidak menunggu lama, kami langsung bergeser menuju ke Kantor BBTN. Telluk Cendrawasih. 

Perjumpaan dengan teman2 seangkatan SKMA, membuat saya bertambah gembira, karena sudah sangat lama tidak bertemu dengan mereka, ± 11 tahun atau selepas lulus SKMA. Ada Yahya, Samsul Rahman, Tasuruni. Ada juga beberapa diantaranya yang tidak sempat bertemu dengan saya, ada Ran, Sahir, Sudarwanto, Tasdiq. 

Kantor BBTNTC sendiri menurut saya cukup bagus dengan warna gedung yang menarik. Semoga teman-teman saya betah bekerja dan tinggal disini.

Foto Kota Manokwari dan Sekitarnya

 



Siang harinya, saya bergeser ke Hotel Aston untuk persiapan pelaksanaan kegiatan pendampingan RBM Wilayah Papua. Di hotel sudah menunggu k’roy dan k’ekcy (panitia kegiatan dari Dit. KKBHL). Hotel aston adalah hotel bintang 4. Hotel yang bagus untuk menjadi favorit menginap selama di Manokwari, tapi tentu ratenya pun tak murah, isaran harganya per malam dari 900rb-2 juta-an. Saya menginap di kamar 335 bersama omYunus Atanai, Kasie dari BTN. Lorentz. Tulisan tentang Pendampingan RBM akan dibuat tersendiri.
 Foto Hotel Aston Niu Manokwari




 
Selesai kegiatan Pendampingan RBM Wilayah Papua, siangnya saya dijemput oleh k’evi sekeluarga (KK Son – suaminya bersama 3 anaknya), mw jalan2 dlu... K’evi adalah adik dari k’sisca, sepupu istri saya, Yudith, yang baru setahun menetap di Manokwari. 

Rute 1, makan bersama di Warung Pantura, makan ikan goreng yang gede banget (lupa saya foto), ikannya enak banget... Ikan mujair... terus dilanjutkan ke pasar sanggeng (pasar tradisional Papua), mencari oleh2 khas Papua, ternyata yang didapat hanya t-shirt Papua, harganya menurut saya lumayan murah,35-45 ribu per pieces.. selanjutnya diteruskan ke Pantai Pasir Putih, pantainya bagus cuman perlu manajemen yang baik sehingga menjadi lebih bagus dan menarik. 

Ada cerita menarik saat berkunjung ke pantai ini, ada seorang penjaga (masyarakat lokal), pada saat kami akan meninggal pantai ini, dia memanggil saya dan meminta jasa parkir sebesar 10rb (tidak ada standar biaya yang membuat pantai ini kurang diminati untuk dikunjungi). Tarif itu bisa ditentukan seenaknya, tergantung dari yang menjaganya. Pada saat akan keluar dari pantai, mobil kami dihentikan lagi oleh orang penjaga ini. Trus dia meminta jasa parkir lagi, saya bilang “ lho bukannya sudah saya kasih tadi??” dia bilang “kasih ke siapa?”, “lho kasihnya kan sama Bapak, barusan”, “o iya ya, maaf, maaf...” Busyet dah, semenit belum lewat dah diminta 2x... Lain lagi cerita teman saya, Yoslianto, pernah berkunjung kesitu dimintai 100rb, langsung dia marah2 dan pindah tempat, masa hanya duduk2 saja koq mahal amat.. begitulah salah satu warna kehidupan di Manokwari. 

Kemudian kami ke rumah k’evi dan beristirahat sejenak, kemudian saya diantar pulang ke hotel karena sudah janjian akan bertemu dengan teman-teman SKMA. Sebelumnya kami singgah di butik ....... untuk mencari oleh2 (makasih kk evi dan kel. Untuk oleh2 baju batik papua dan t-shirt buat Pyer). 

Sesampainya di hotel, saya menunggu dijemput Yoslianto untuk ketemu dengan teman2. Kami berkumpul di rumahnya samsul bersama yahya, yoslianto, dan tasuruni. Kami duduk ngbrol hingga jam 11 malam.

Kemudian saya bergabung di Hotel Valdos bersama alumni SKMA Manokwari. Ada K’Nikas (Angk. 1  Manokwari), k’even (1999 Manokwari), K’ ian dan k’ rusdy (angk. 1997 Manokwari), Ade Tuharea (Angk. 2001 Manokwari), K’ Novly (Angk. 1998 Manokwari), k’roy dan beberapa senior dan junior alumni bergabung disitu. Kami mengobrol hingga jam 4 pagi.. Rame dan hangat membahas tentang IKA SKMA.. Mudah2an kedepan IKA SKMA semakin jaya dan bermanfaat bagi semua alumni dimanapun alumni tersebut berada. 

Pesawat saya ke Makassar berangkat jam 10, ibu bosnya k’evi (ibu hakim) ada titipan, sehingga tiket saya sudah diurus semuanya, saya siap berangkat saja... makasih ibu hakim...
Sampai di Sorong, awalnya pesawat akan berhenti selama 15 menit, ternyata ditunda sampai 1 jam lebih, perihalnya masih menunggu penumpang lain..  payah.. maskapai koq bisa diatur2 untuk waktu yang cukup lama... sampai beberapa penumpang menjadi gusar dan mulai marah2, akhirnya penerbangan kami dilanjutkan kembali. 

Sampai di Makassar, teman saya HAJAR, sudah menunggu dan rencananya saya akan menginap dirumahnya (Makasih teman untuk nginap dan jalannya....). Bersama Hajar, saya menikmati lagi Coto Makassar (di tempat terbaik menurut dia) dan saraba (minuman khas Makassar).

Penerbangan saya dengan pesawat merpati dimajukan ke jam 10 dari yang sebelumnya jam 13.35. Tiba lebih cepat  neh di Maumere. Masih sempat buat jalan2 ke Gramedia dan service motorku. Makasih k’hengky.....:) dalam perjalanan ke Ende, saya masih singgah di Watuneso (K’arsel dan Bp Jhon Beda) hingga jam 7 malam. Pikir aku tanggung juga kalo harus nginap di Pos Moni. Langsung ke Ende sj deh. Akhirnya saya tiba di Ende jam 10 malam, perjalanan yang cukup melelahkan, tapi semuanya hilang setelah berjumpa dengan istri dan buah hatiku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar